Come and Go



Saat kita harus menerima seseorang yang belum kita kenal, kita akan berusaha untuk mengenalnya, entah just say hallo atau deeper, serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kita akan mulai detik demi detik, sedikit demi sedikit mengenalnya. Kita yang satu bidang, satu tempat, satu partner, atau apapun itu dimana kita selalu bersamanya, akan menjadi moment-moment yang akan selalu teringat, baik-buruk, hitam-putih, kanan-kiri, jauh-dekat. Kesemuanya itu yang disebut dengan "Pertemuan". Simpanlah itu semua, karena bagaimanapun juga itu tidak akan pernah terlupa kecuali saat hilang ingatan dan di bawah alam sadar kita. Namun, ada satu masa dimana ini adalah titik balik dari suatu "Pertemuan". Di saat kita dengan seseorang merasa harus menjalani sesuatu yang berbeda tujuan (dalam arti tempat), kemana kita dan seseorang itu harus melangkah, sampai kapan ini akan berlangsung, dan seseorang itu pun juga tidak tampak di depan pelupuk mata  kita seperti saat-saat sebelumnya,  inilah yang disebut dengan "Perpisahan".

Gibran said: "Perpisahan" adalah ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.








2 komentar:

septi sutrisna mengatakan...

kamu pasti kangen ma aku ya??? hahaha
ayo kapan ngopi2 lagi... wah aryo keburu minggat. brarti ngopinya di magetan wae.
\_/3 monggo diminum dulu kopinya hihihi

septi sutrisna mengatakan...

kasih komen yang pas pakde... topik'ku melawan cermin'... kok komen tentang obyek'kan?? hahaha yo kapan ngopi..

Posting Komentar