Two in One...?!?



Have you ever felt that someone in the otherside in hurted and also you? We felt so hurt while she was. We didn't know about this changing. But we must be sure that everything in the world has two side. For examples: there are right n left, black n white, male n female, up n down, love n hate. George Benson said "Just The Two uf Us", Ahmad Dhani said "Aku Cinta Kau Dan Dia", GIGI said "Cinta Terakhir", many musicians and song-writers described this "feeling". 

If we thought deeply, God is Very Big Knows. We just could tried and prayed to become everything well. Is this who's everybody said "Two in One"?


 

Come and Go



Saat kita harus menerima seseorang yang belum kita kenal, kita akan berusaha untuk mengenalnya, entah just say hallo atau deeper, serta beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kita akan mulai detik demi detik, sedikit demi sedikit mengenalnya. Kita yang satu bidang, satu tempat, satu partner, atau apapun itu dimana kita selalu bersamanya, akan menjadi moment-moment yang akan selalu teringat, baik-buruk, hitam-putih, kanan-kiri, jauh-dekat. Kesemuanya itu yang disebut dengan "Pertemuan". Simpanlah itu semua, karena bagaimanapun juga itu tidak akan pernah terlupa kecuali saat hilang ingatan dan di bawah alam sadar kita. Namun, ada satu masa dimana ini adalah titik balik dari suatu "Pertemuan". Di saat kita dengan seseorang merasa harus menjalani sesuatu yang berbeda tujuan (dalam arti tempat), kemana kita dan seseorang itu harus melangkah, sampai kapan ini akan berlangsung, dan seseorang itu pun juga tidak tampak di depan pelupuk mata  kita seperti saat-saat sebelumnya,  inilah yang disebut dengan "Perpisahan".

Gibran said: "Perpisahan" adalah ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan - seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran.








Legowo



Jalan kehidupan seseorang ditentukan oleh hati, visi, tangan, kaki, dan dirinya sendiri. Ada yang jatuh, terseok-seok, terjerembab, merangkak, bahkan masuk dalam kubangan. Kita secara sadar atau tidak telah melalui liku itu dengan penuh keyakinan, dan yang menjalani setulus hatilah yang mampu melewati semuanya itu, tentu dengan tidak melupakan sang penguasa alam semesta detik demi detik, waktu demi waktu, untuk meraih sebuah obsesi, cita, cinta dan impian. Mungkin semua yang kita lakukan selama ini di mata kita sudah cukup untuk menuju ke jalan yang akan kita raih itu, namun sebenarnya kita masih jauh....jauh sekali....bahkan pakai banget. Kita harus bentul-betul membuka hati, pikiran, mata, telinga, serta diri kita untuk menerima sebuah ketidakpuasan dalam jalan itu. Ada saatnya untuk berjalan terus, ada saatnya untuk berhenti sejenak untuk menyusun strategi dalam peperangan hidup dan ada saatnya untuk kembali meneruskan langkah-langkah kita. Dari semua itu, yang pernah terjatuh dan mampu bangun kembalilah yang terus survive. 

Intinya ke-legowoan-lah yang membuat kita tetap hidup dalam hati yang senantiasa menyala selalu. Yakinlah bahwa sinar mentari akan menghangatkan, melemaskan otot, serta memberikan semangat baru untuk terus maju dan meraih obsesi, cita, cinta dan impian.